Thursday, April 9, 2009

"Senyuman Hangat"

Waktu menunjukkan jam 12 siang, entah mengapa matahari juga tepat di arah jam 12, bukan sutau kebetulan, tetapi sesuatu yang sudah terencana dengan perhitungan yang tak pernah meleset barang sedetikpun. Meski berada di mobil dan ber A/C (---mobil dipinjemin aja di banggain---) tapi hawa panas masih dapat kurasakan. Orang – orang dengan keadan perut yang lapar begitu ramai bersliweran saling berebut

jalan dengan harapan bisa cepat sampai ke tujuan untuk segera memenuhi hasrat si perut yang sudah tidak bisa mendengar kata tahan sebentar lagi. Masing-masing orang sudah kalap dengan kondisi mereka sendiri, sudah tidak mempedulikan orang lain lagi seakan hanya dirinya sendiri yang merasakan perihnya lapar. Keegoisan mereka yang menyebabkan lalu lintas di perempatan makin tak karuan karena lampu lalu lintas saat itu juga tidak sanggup melek-----mungkin capek pengen ikutan istirahat-----atau terkalahkan dengan terangnya sang surya atau mungkin PLN sedang berhemat karena siang hari sudah terang jadi ga perlu menghidupkan lampu,,atau karena bingung memilih lampu mana yang akan menyala sekarang,,, atau karena suatu kewajaran bahwa itu memang ciptaan manusia yang tak mungkin sempurna,,,,entahlah sekarang ini rasanya aq ga punya banyak energy tuk mikirin hal seperti itu, sekarang yang penting bagaimana aku bisa cepat makan tuk memenuhi kebutuhan energiku. Dalam keadaan yang semrawut ini mendadak terdengar suara ngeeeng….ngeeeng….. yang dalam sekejap mata disusul penampakan sepeda motor warna merah dari arah kiri tiba-tiba berhenti tepat dihadapanku dalam jarak tak lebih jauh dari satu meter, langsung ku tekan klakson keras-keras suatu reaksi dari ke-kaget-anku,,,,,apa yang terjadi setelah orang tersebut mendengar klaksonku yang keras tadi,,,,cepat-cepat dia membuka kaca helmnya, menatap kearahku,,,,, dan sungguh suatu yang jauh diluar dugaan, dan membuatku keheranan, bagaikan petir disiang hari—eh maksudnya bagaikan hujan yang mengguyur ditengah teriknya mentari--- dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya kearahku,,suatu bentuk permintaan maafnya karena mungkin dia melakukannya tidak sengaja. Yang menciptakan kesejukan yang luar biasa dalam gerahnya hiruk pikuk lalu lintas. Sungguh suatu yang baru kali ini kusaksikan, tetapi cukup tuk mengubah pandanganku tentang dunia jalanan yang selama ini kuanggap keras dan tak mau mengalah……

19 comments:

fanny said...

senyum bisa mengalahkan segalanya. tersenyumlah selama matahari mash bersinar

rampadan said...

Untuk sampeyan sabar. Kalau aku udah aku caci maki tu orang. Gak peduli cantiknya. Cantik2 kalo goblok seperti itu ya percuma.

Ayas Tasli Wiguna said...

Jalanan ibarat gambaran kehidupan,, dan sikap saling pengertianlah yang dibutuhkan dalam kehiduan
(sotoy mode: ON)

black_id said...

@rampadan//mending cewek cantik, lha wong bapak2 udah tua lagi, gimana bisa marah, yang ada malah kasihan....

Dinoe said...

Kesabaran adalah hal indah klu bisa dilakukan...yang sabar ya teman agar semuanya berjalan lancar.
Salam

attayaya said...

dan aku selalu tersenyum jika berkunjung kemari serta melambaikan tangan kepada bloger lainnya

dwinacute said...

senyum sedekah paling murah. dan selalu bisa di berikan pada orang lain. karena gak setiap hari kita bisa sedekah, maka tersenyumlah.

anazkia said...

Tersenyumlah, karena ia masih tersenyum kepadamu. Kenapa masih menutup kepala padahal, ia juga sudah membuka penutup keapalnya (helm). Kenapa masih ngumpet? Katanya laper. Mo lihat, muka orang laper kayak gimana sih...??? :)

lovepassword said...

Senyum memang hebat ya? Sayangnya aku jarang senyum. Paling2 meringis... :) :D

Seno said...

Senyuman memang indah dan menyehatkan serta menyejukkan hati. Bahkan ada seorang tahanan politik yang akan dihukum mati, akhirnya bebas hanya karena senyuman yang tulus.

Nice post sobat. Terima kasih udah mencoba program saya dan salam kenal.

BlaGaBloGer said...

Kekuatan senyum itu emang hebat....
bisa mencairkan susana, bahkan menjadi oasis di padang pasir....
wekekeke,, ngomong apa aku ini...

Newsoul said...

Selama senyum itu masih gratis, ya senyum aja (Lain halnya kl utk senyum sj kt hrs by). Seyum dalam hati itu untuk diri sendiri. Senyum ikhlas yg manis itu bwt org di sekitar kita. Tp jgn senyum2 yg gak jelas fasalnya atau senyum sinis di dpn org lain, pikir aja sendiri friend, hehe. Salam kenal ya. Terimakasih sdh mampir.

♥ Neng Aia ♥ said...

untung dia tersenyum, coba kalau dia turun dari motor trus ngajak berantem? bisa² rame deh! :D

black_id said...

@Neng Aia///itulah kenapa aku postingkan kejadian ini, karena yang tadinya emosi sudah menggebu2, tiba2 bisa redam karena sebuah senyuman yang tulus...

vie_three said...

itulah keajaiban dari senyuman...... hanya dengan seulas senyum bisa meredakan segalanya.

Ayas Tasli Wiguna said...

Thx atas kunjungannya ya :)

Harry Seenthings said...

wah senyuman itu ibadah....semakin banyak kita senyum semakin cantik/cakeplah...tentunya, salam kenal

black_id said...

@ All/// thanks buat sobat smua yang udah sudi berkunjung ke rumahqu eh blog qu yang jelek,item,semrawut,tak karuan,ngawur,isinya tak berkelas, tapi aq yakin sobat datang dengan senyuman maniz,,biasakanlah senyum karena ---kata orang---ia akan membuat kita awet muda

doel said...

makasih dah bilang senyumanku manis ya.... ups jadi kebongkar deh identitasku
waixixixixixiixixi